Lepas Dari Kesulitan

(Re-posted based on blog visitor’s request)

Setiap yang bernyawa tak kan lepas dari kesulitan dalam hidup. Mulai dari yang terkecil: sulit membuka botol minuman, sulit mengerjakan pr, hingga kesulitan hidup yang berat: dililit hutang, anak narkoba, suami selingkuh, dan lainnya. Pada hakikatnya manusia menghendaki hidup yang lancar-lancar saja, tak ada kesulitan. Namun, tanpa kesulitan kita tidak akan pernah belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Misalnya, seseorang yang pernah ditipu akan lebih berhati-hati dibanding orang yang belum pernah ditipu. Kesulitan itu ibarat ujian yang apabila kita dapat melaluinya dengan baik, maka Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan lebih baik.

Berikut ini adalah tips agar terlepas dari kesulitan:

Kembali kepada Allah. Setiap kejadian di langit dan di bumi terjadi atas kehendak  Allah. Hari ini kita bisa bernafas pun itu kehendak Allah. Segala kesulitan dan kemudahan yang menimpa kita adalah kehendak Allah. Sendal jepit kita putus pun itu kehendak Allah. Semua skenario kehidupan kita itu Allah yang atur. Maka kembalikanlah semuanya kepada Allah Subhanahuwata’alaa. Allah Subhanahuwata’alaa Maha Mengetahui langit dan bumi, Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Kita manusia hanya memiliki pengetahuan sedikit sekali. Apa yang terbaik menurut kita, belum tentu baik bagi Allah Ta’alaa. Maka, hendaklah kita ikhlas atau ridho atas apa yang menimpa diri kita. Insya Allah dengan ikhlas, maka hati kita menjadi lebih legowo, lebih lapang dada, dan menjadikan kita lebih kuat menghadapi tantangan hidup.

Tiada kesulitan yang menimpa seorang mukmin kecuali Allah akan hapus dosa-dosanya. Maka tidaklah perlu kau bersedih hati atas kesulitan yang menimpamu. Boleh jadi kesulitan itu justru akan menghapus dosa-dosamu. Dan ingatlah bahwa tiada manusia luput dari dosa, bahkan seorang kiayi pun. Maka janganlah mengeluh, meski ini berat. Meski, misalnya suami selingkuh, anak narkoba, suami koret ngajejengket (pelit kebangetan),  lebih baik diam saja. Simpan saja dalam hati, meski ini berat. Jika kita cerita-cerita sama orang atas kesulitan kita, maka kita belum ridho atas keputusan Allah pada kita. Itu artinya kita protes sama Allah. Jika kita cerita-cerita kesulitan kita, belum tentu orang lain mau membantu kita, dan menjaga rahasia kita. Ada saja manusia yang justru senang dengan penderitaan kita. Karena kita tidak bisa mengetahui hati manusia. Lain halnya jika kesulitan itu menyangkut maslahat orang banyak, maka perlu dimusyawarahkan. Tapi jika menyangkut hal pribadi, lebih baik diam saja. Curhatnya sama Allah saja. Berat memang, apalagi bagi perempuan. Saat kita curhat sama Allah, saat itu kita menjalankan “Iyyaa kana’budu wa iyyaa kanasta’iin” (Hanya kepada Mu-lah aku menyembah, dan hanya kepada Mu-lah aku memohon). Karena kalau kita curhat ke manusia, jawabannya belum tentu terbaik untuk kita. Kalaupun mau curhat, lebih baik tanya kepada seorang alim ulama atau orang yang bertaqwa. Karena ia akan menjaga rahasia kita, dan memberikan jawaban yang akan menenangkan hati kita, memberi kita jalan menuju taqwa, lebih dekat kepada Allah.

Senantiasa beristighfar. Manusia tak luput dari dosa. Hari ini tobat, besok kumat. Pagi tobat, sore kumat lagi, dan seterusnya. Senantiasalah beristighfar, mohon ampun kepada Allah dari lubuk hati yang paling dalam mengakui bahwa kita telah banyak dosa sama Allah, mendzolimi diri kita, dan makhluk Allah lainnya. Mungkin kadang kita nggak ngeh kalo apa yang kita lakukan itu menyakiti orang lain atau makhluk lainnya (pohon, semut, jin, dll). Maka dari itu, senantiasa istighfarlah. Barangsiapa yang beristighfar, maka Allah akan lepaskan dia dari kesulitan. Usahakan pikiran jangan bengong, tapi terus dzikir. Apa saja dzikirnya, tapi lebih utaam istighfar. Di angkot, di pasar, di kantor, bahkan lagi ngobrol sama orangpun, kita dianjurkan istighfar terus dalam hati. Jika belum bisa dalam hati, lidah beristighfar tapi hati juga mengikuti.

Senantiasa berbuat kebajikan. Kebajikan yang kita lakukan Insya Allah akan menghapus keburukan kita. Perbanyaklah sedekah, karena sedekah itu menolak bala, mendatangkan keberkahan hidup, menenangkan hati, menghapuskan dosa. Jika tak mampu sedekah uang, sedekah tenaga.

Birrul Walidain (Berbakti Pada Orang Tua & Mertua). Ridho Allah ada di tangan orang tua. Orang tua di sini termasuk mertua kita. Namanya anak juga tak pernah luput dari salah kepada orang tua mulai dari gak mau disuruh ke warung beli minyak goreng sampai bertengkar hebat dengan orang tua. Jangan pernah sekalipun kita bentak orang tua. Sepandai-pandainya orang, setinggi-tingginya jabatan, takkan berkah hidup jika tidak berbakti pada orang tua. Jika kita ada beda pendapat sama orang tua, sampaikanlah dengan tenang dan lemah lembut. Hargai pendapat mereka meskipun berbeda pandangan dengan kita. Meskipun, katakanlah mertua kita judes, jutek tek terektektek, tetap kita harus baik pada mereka. Kalau sudah bekerja, sisihkan uang untuk diberikan kepada orang tua, meskipun cuma 50 ribu atau 100 ribu. Insya Allah lebih berkah daripada kita beliin baju mahal di mall. Jika belum mampu kasih uang ke orang tua, setidaknya kita bisa menuruti apa kehendak orang tua selama itu tidak bertentangan dengan agama Islam. Orang tua capek, ya pijitin. Orang tua pulang dari kantor, bawain tas nya, siapin minuman & makanan. Orang tua bilang gak boleh dugem, ya turutin. Kadang yang repot bagi anak muda jaman sekarang jika orang tua beda pendapat tentang pasangan hidup yang dipilih oleh anak. Maka dari itu, jangan pernah kita cerita yang jelek-jelek tentang calon kita sama orang tua. Boleh kita perjuangkan calon pasangan kita, tapi perjuangkan dengan cara yang baik, menjelaskannya lemah lembut dan tenang. Tak boleh sampai bikin pertengkaran hebat, tak boleh sampai bikin orang tua meneteskan air mata. Orang tua kita pasti punya alasan kuat mengapa kita tidak boleh dengan si calon pasangan hidup kita ini. Karena orang tua tau yang terbaik untuk anaknya, dan lebih berpengalaman dari kita. Jika orang tua keukeuh tidak merestui, ya jangan dilanjutkan. Jangan pernah berpikir ”ah nanti juga kalau saya punya anak,  orang tua akan luluh hatinya”. Tidak boleh. Karena begitu orang tua kita sakit hati dan mengadukan nasibnya kepada Allah, maka cepat sekali pembalasannya di dunia. Orang yang dizholimi lebih cepat terkabul doanya, apapun agama yang dianutnya. Orang tua yang beragama apapun, yang dizholimi anaknya, maka Allah akan cepat mengabulkan doa orang tua tersebut pada anaknya. Takkan berkah hidup anak yang durhaka pada orang tua.

(1/2)

One Response to “Lepas Dari Kesulitan”

  1. I strongly agree with this Saya sangat setuju dengan ini

    sometimes forget our own kadang-kadang kita sendiri what we have, Lupa apa yang kita Miliki,

    and what we expect … dan apa yang kita harapkan …

    whether the proportionality? apakah sebanding?

Leave a Reply