Archive for the Islam Category

Bid’ah Dalam Pernikahan

Posted in Islam on November 8, 2009 by tomandtyke

Bid’ah adalah sesuatu yang mengada-ada, yang tidak ada di hadits atau Al Qur’an. Sesuatu kegiatan tambahan yang tidak ada tuntunannya, yang bukan menambah pahala. Sesuatu yang bersifat bid’ah bisa membawa kepada kemusyrikkan.

Islam itu mudah. Janganlah kau persulit hidupmu dengan sesuatu yang tidak ada tuntunannya di dalam Alqur’an dan Hadits. Nikah itu mudah. Tapi masyrakat kita masih saja mempersulitnya dengan mewajibkan melakukan ritual adat yang lumayan ribet.  Contohnya di dalam adat pernikahan jawa, ada posesi adat siraman, pecah kendi, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan adat lain. Banyak posesi adat yang sebenarnya tidak ada di dalam AlQur’an dan Assunah, tapi toh tetap dilakukan dengan berbagai alasan seperti kekhawatiran akan terjadi sesuatu yang buruk jika posesi adat tidak dilaksanakan. Padahal jika kita sudah menggantungkan hidup kita pada Allah SWT, dan melaksanakan apa yang diperintahkannya, maka tak perlu kita takut atau khawatir atas segala sesuatu yang akan menimpa kita.

Berikut ini saya kutip dari sebuah website mengenai posesi pernikahan adat jawa: Bapak dan Ibu CMW melakukan pengguntingan rambut CMW dan ditanam di halaman depan rumah

Padahal di dalam Islam tidak ada kewajiban, sunnah, atau anjuran memotong rambut dalam rangka pernikahan dan menanam rambut di halaman depan rumah. Ada yang berkilah “tak apalah kita melakukan posesi ini toh untuk formalitas aja”.

Jika untuk sekedar formalitas saja, bukankah lebih baik kita simpan waktu dan tenaga untuk hal lain yang lebih berguna? Apakah tujuan dari memotong rambut dan menanam rambut di halaman rumah? Apakah Rasulullah pernah melakukannya? Apakah hal itu ada di AlQur’an? Dalam melakukan segala sesuatu, kita harus berniat untuk Allah Ta’ala dan meminta pada Allah dengan tuntunan yang benar.

Saya sendiri cukup menghargai adat budaya kita. Tetapi bagi yang sudah beragama Islam, sebaiknya bid’ah-bid’ah itu ditinggalkan. Wallahu A’lam

Monday Quote

Posted in Islam on September 21, 2009 by tomandtyke

Segala sesuatunya terjadi atas kehendak Allah, dan sudah diatur olehNYA. Janganlah kamu meminta untuk disegerakan.

Quotes of The Day

Posted in Islam on September 14, 2009 by tomandtyke

Libatkan Allah dalam segala urusan, istikharahlah.

Curhat ke Mamah Dedeh – Book Review

Posted in Islam on June 14, 2009 by tomandtyke
Curhat ke Mamah Dedeh

Curhat ke Mamah Dedeh

Buku ini berisi tanya jawab antara Mamah Dedeh (penceramah agama Islam ternama) dengan para penanya atas berbagai persoalan kehidupan, terutama persoalan rumah tangga.  Mulai dari masalah suami yang “hobi” berselingkuh, poligami, istri yang suka dugem, bahkan hingga persoalan fiqih sehari-hari. Semua dijawab oleh Mamah Dedeh berdasarkan Alqur’an dan Hadits dengan bahasa yang mudah dipahami, lugas, blak-blakan tanpa menyinggung perasaan.

Yang paling saya suka dari buku ini adalah nama penanya tidak dimunculkan sehingga aibnya tertutupi. Mamah Dedeh menganjurkan kita lebih banyak berpikir ke depan dan tidak mengambil keputusan untuk jangka pendek. Dari jawaban-jawaban yang beliau berikan, beliau senantiasa menganjurkan agar kita mengandalkan Allah dalam segala urusan. Maksudnya, sebelum mengambil keputusan kita harus lihat dulu apakah Allah ridha atau tidak. Jika Allah tidak ridha atas keputusan yang akan kita ambil, maka janganlah mengambil keputusan itu. Segala sesuatu yang menggelisahkan hati itu adalah dosa dan menjaukan diri dari ridha Allah. Segala sesuatu yang merusak diri sendiri adalah dosa dan bikin jauh dari ridha Allah. Carilah keridhaan Allah, niscaya hati tentram senantiasa. Jika inginkan keluarga sakinah (tentram), dan diberkahi Allah, maka sandarkan Allah dalam segala urusan. Mulakan segalanya dengan bismillah.

Lepas Dari Kesulitan

Posted in Islam on May 16, 2009 by tomandtyke

(Re-posted based on blog visitor’s request)

Setiap yang bernyawa tak kan lepas dari kesulitan dalam hidup. Mulai dari yang terkecil: sulit membuka botol minuman, sulit mengerjakan pr, hingga kesulitan hidup yang berat: dililit hutang, anak narkoba, suami selingkuh, dan lainnya. Pada hakikatnya manusia menghendaki hidup yang lancar-lancar saja, tak ada kesulitan. Namun, tanpa kesulitan kita tidak akan pernah belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Misalnya, seseorang yang pernah ditipu akan lebih berhati-hati dibanding orang yang belum pernah ditipu. Kesulitan itu ibarat ujian yang apabila kita dapat melaluinya dengan baik, maka Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan lebih baik.

Berikut ini adalah tips agar terlepas dari kesulitan:

Kembali kepada Allah. Setiap kejadian di langit dan di bumi terjadi atas kehendak  Allah. Hari ini kita bisa bernafas pun itu kehendak Allah. Segala kesulitan dan kemudahan yang menimpa kita adalah kehendak Allah. Sendal jepit kita putus pun itu kehendak Allah. Semua skenario kehidupan kita itu Allah yang atur. Maka kembalikanlah semuanya kepada Allah Subhanahuwata’alaa. Allah Subhanahuwata’alaa Maha Mengetahui langit dan bumi, Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Kita manusia hanya memiliki pengetahuan sedikit sekali. Apa yang terbaik menurut kita, belum tentu baik bagi Allah Ta’alaa. Maka, hendaklah kita ikhlas atau ridho atas apa yang menimpa diri kita. Insya Allah dengan ikhlas, maka hati kita menjadi lebih legowo, lebih lapang dada, dan menjadikan kita lebih kuat menghadapi tantangan hidup.

Tiada kesulitan yang menimpa seorang mukmin kecuali Allah akan hapus dosa-dosanya. Maka tidaklah perlu kau bersedih hati atas kesulitan yang menimpamu. Boleh jadi kesulitan itu justru akan menghapus dosa-dosamu. Dan ingatlah bahwa tiada manusia luput dari dosa, bahkan seorang kiayi pun. Maka janganlah mengeluh, meski ini berat. Meski, misalnya suami selingkuh, anak narkoba, suami koret ngajejengket (pelit kebangetan),  lebih baik diam saja. Simpan saja dalam hati, meski ini berat. Jika kita cerita-cerita sama orang atas kesulitan kita, maka kita belum ridho atas keputusan Allah pada kita. Itu artinya kita protes sama Allah. Jika kita cerita-cerita kesulitan kita, belum tentu orang lain mau membantu kita, dan menjaga rahasia kita. Ada saja manusia yang justru senang dengan penderitaan kita. Karena kita tidak bisa mengetahui hati manusia. Lain halnya jika kesulitan itu menyangkut maslahat orang banyak, maka perlu dimusyawarahkan. Tapi jika menyangkut hal pribadi, lebih baik diam saja. Curhatnya sama Allah saja. Berat memang, apalagi bagi perempuan. Saat kita curhat sama Allah, saat itu kita menjalankan “Iyyaa kana’budu wa iyyaa kanasta’iin” (Hanya kepada Mu-lah aku menyembah, dan hanya kepada Mu-lah aku memohon). Karena kalau kita curhat ke manusia, jawabannya belum tentu terbaik untuk kita. Kalaupun mau curhat, lebih baik tanya kepada seorang alim ulama atau orang yang bertaqwa. Karena ia akan menjaga rahasia kita, dan memberikan jawaban yang akan menenangkan hati kita, memberi kita jalan menuju taqwa, lebih dekat kepada Allah.

Senantiasa beristighfar. Manusia tak luput dari dosa. Hari ini tobat, besok kumat. Pagi tobat, sore kumat lagi, dan seterusnya. Senantiasalah beristighfar, mohon ampun kepada Allah dari lubuk hati yang paling dalam mengakui bahwa kita telah banyak dosa sama Allah, mendzolimi diri kita, dan makhluk Allah lainnya. Mungkin kadang kita nggak ngeh kalo apa yang kita lakukan itu menyakiti orang lain atau makhluk lainnya (pohon, semut, jin, dll). Maka dari itu, senantiasa istighfarlah. Barangsiapa yang beristighfar, maka Allah akan lepaskan dia dari kesulitan. Usahakan pikiran jangan bengong, tapi terus dzikir. Apa saja dzikirnya, tapi lebih utaam istighfar. Di angkot, di pasar, di kantor, bahkan lagi ngobrol sama orangpun, kita dianjurkan istighfar terus dalam hati. Jika belum bisa dalam hati, lidah beristighfar tapi hati juga mengikuti.

Senantiasa berbuat kebajikan. Kebajikan yang kita lakukan Insya Allah akan menghapus keburukan kita. Perbanyaklah sedekah, karena sedekah itu menolak bala, mendatangkan keberkahan hidup, menenangkan hati, menghapuskan dosa. Jika tak mampu sedekah uang, sedekah tenaga.

Birrul Walidain (Berbakti Pada Orang Tua & Mertua). Ridho Allah ada di tangan orang tua. Orang tua di sini termasuk mertua kita. Namanya anak juga tak pernah luput dari salah kepada orang tua mulai dari gak mau disuruh ke warung beli minyak goreng sampai bertengkar hebat dengan orang tua. Jangan pernah sekalipun kita bentak orang tua. Sepandai-pandainya orang, setinggi-tingginya jabatan, takkan berkah hidup jika tidak berbakti pada orang tua. Jika kita ada beda pendapat sama orang tua, sampaikanlah dengan tenang dan lemah lembut. Hargai pendapat mereka meskipun berbeda pandangan dengan kita. Meskipun, katakanlah mertua kita judes, jutek tek terektektek, tetap kita harus baik pada mereka. Kalau sudah bekerja, sisihkan uang untuk diberikan kepada orang tua, meskipun cuma 50 ribu atau 100 ribu. Insya Allah lebih berkah daripada kita beliin baju mahal di mall. Jika belum mampu kasih uang ke orang tua, setidaknya kita bisa menuruti apa kehendak orang tua selama itu tidak bertentangan dengan agama Islam. Orang tua capek, ya pijitin. Orang tua pulang dari kantor, bawain tas nya, siapin minuman & makanan. Orang tua bilang gak boleh dugem, ya turutin. Kadang yang repot bagi anak muda jaman sekarang jika orang tua beda pendapat tentang pasangan hidup yang dipilih oleh anak. Maka dari itu, jangan pernah kita cerita yang jelek-jelek tentang calon kita sama orang tua. Boleh kita perjuangkan calon pasangan kita, tapi perjuangkan dengan cara yang baik, menjelaskannya lemah lembut dan tenang. Tak boleh sampai bikin pertengkaran hebat, tak boleh sampai bikin orang tua meneteskan air mata. Orang tua kita pasti punya alasan kuat mengapa kita tidak boleh dengan si calon pasangan hidup kita ini. Karena orang tua tau yang terbaik untuk anaknya, dan lebih berpengalaman dari kita. Jika orang tua keukeuh tidak merestui, ya jangan dilanjutkan. Jangan pernah berpikir ”ah nanti juga kalau saya punya anak,  orang tua akan luluh hatinya”. Tidak boleh. Karena begitu orang tua kita sakit hati dan mengadukan nasibnya kepada Allah, maka cepat sekali pembalasannya di dunia. Orang yang dizholimi lebih cepat terkabul doanya, apapun agama yang dianutnya. Orang tua yang beragama apapun, yang dizholimi anaknya, maka Allah akan cepat mengabulkan doa orang tua tersebut pada anaknya. Takkan berkah hidup anak yang durhaka pada orang tua.

(1/2)