Lepas Dari Kesulitan

Posted in Islam on May 16, 2009 by tomandtyke

(Re-posted based on blog visitor’s request)

Setiap yang bernyawa tak kan lepas dari kesulitan dalam hidup. Mulai dari yang terkecil: sulit membuka botol minuman, sulit mengerjakan pr, hingga kesulitan hidup yang berat: dililit hutang, anak narkoba, suami selingkuh, dan lainnya. Pada hakikatnya manusia menghendaki hidup yang lancar-lancar saja, tak ada kesulitan. Namun, tanpa kesulitan kita tidak akan pernah belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Misalnya, seseorang yang pernah ditipu akan lebih berhati-hati dibanding orang yang belum pernah ditipu. Kesulitan itu ibarat ujian yang apabila kita dapat melaluinya dengan baik, maka Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan lebih baik.

Berikut ini adalah tips agar terlepas dari kesulitan:

Kembali kepada Allah. Setiap kejadian di langit dan di bumi terjadi atas kehendak  Allah. Hari ini kita bisa bernafas pun itu kehendak Allah. Segala kesulitan dan kemudahan yang menimpa kita adalah kehendak Allah. Sendal jepit kita putus pun itu kehendak Allah. Semua skenario kehidupan kita itu Allah yang atur. Maka kembalikanlah semuanya kepada Allah Subhanahuwata’alaa. Allah Subhanahuwata’alaa Maha Mengetahui langit dan bumi, Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Kita manusia hanya memiliki pengetahuan sedikit sekali. Apa yang terbaik menurut kita, belum tentu baik bagi Allah Ta’alaa. Maka, hendaklah kita ikhlas atau ridho atas apa yang menimpa diri kita. Insya Allah dengan ikhlas, maka hati kita menjadi lebih legowo, lebih lapang dada, dan menjadikan kita lebih kuat menghadapi tantangan hidup.

Tiada kesulitan yang menimpa seorang mukmin kecuali Allah akan hapus dosa-dosanya. Maka tidaklah perlu kau bersedih hati atas kesulitan yang menimpamu. Boleh jadi kesulitan itu justru akan menghapus dosa-dosamu. Dan ingatlah bahwa tiada manusia luput dari dosa, bahkan seorang kiayi pun. Maka janganlah mengeluh, meski ini berat. Meski, misalnya suami selingkuh, anak narkoba, suami koret ngajejengket (pelit kebangetan),  lebih baik diam saja. Simpan saja dalam hati, meski ini berat. Jika kita cerita-cerita sama orang atas kesulitan kita, maka kita belum ridho atas keputusan Allah pada kita. Itu artinya kita protes sama Allah. Jika kita cerita-cerita kesulitan kita, belum tentu orang lain mau membantu kita, dan menjaga rahasia kita. Ada saja manusia yang justru senang dengan penderitaan kita. Karena kita tidak bisa mengetahui hati manusia. Lain halnya jika kesulitan itu menyangkut maslahat orang banyak, maka perlu dimusyawarahkan. Tapi jika menyangkut hal pribadi, lebih baik diam saja. Curhatnya sama Allah saja. Berat memang, apalagi bagi perempuan. Saat kita curhat sama Allah, saat itu kita menjalankan “Iyyaa kana’budu wa iyyaa kanasta’iin” (Hanya kepada Mu-lah aku menyembah, dan hanya kepada Mu-lah aku memohon). Karena kalau kita curhat ke manusia, jawabannya belum tentu terbaik untuk kita. Kalaupun mau curhat, lebih baik tanya kepada seorang alim ulama atau orang yang bertaqwa. Karena ia akan menjaga rahasia kita, dan memberikan jawaban yang akan menenangkan hati kita, memberi kita jalan menuju taqwa, lebih dekat kepada Allah.

Senantiasa beristighfar. Manusia tak luput dari dosa. Hari ini tobat, besok kumat. Pagi tobat, sore kumat lagi, dan seterusnya. Senantiasalah beristighfar, mohon ampun kepada Allah dari lubuk hati yang paling dalam mengakui bahwa kita telah banyak dosa sama Allah, mendzolimi diri kita, dan makhluk Allah lainnya. Mungkin kadang kita nggak ngeh kalo apa yang kita lakukan itu menyakiti orang lain atau makhluk lainnya (pohon, semut, jin, dll). Maka dari itu, senantiasa istighfarlah. Barangsiapa yang beristighfar, maka Allah akan lepaskan dia dari kesulitan. Usahakan pikiran jangan bengong, tapi terus dzikir. Apa saja dzikirnya, tapi lebih utaam istighfar. Di angkot, di pasar, di kantor, bahkan lagi ngobrol sama orangpun, kita dianjurkan istighfar terus dalam hati. Jika belum bisa dalam hati, lidah beristighfar tapi hati juga mengikuti.

Senantiasa berbuat kebajikan. Kebajikan yang kita lakukan Insya Allah akan menghapus keburukan kita. Perbanyaklah sedekah, karena sedekah itu menolak bala, mendatangkan keberkahan hidup, menenangkan hati, menghapuskan dosa. Jika tak mampu sedekah uang, sedekah tenaga.

Birrul Walidain (Berbakti Pada Orang Tua & Mertua). Ridho Allah ada di tangan orang tua. Orang tua di sini termasuk mertua kita. Namanya anak juga tak pernah luput dari salah kepada orang tua mulai dari gak mau disuruh ke warung beli minyak goreng sampai bertengkar hebat dengan orang tua. Jangan pernah sekalipun kita bentak orang tua. Sepandai-pandainya orang, setinggi-tingginya jabatan, takkan berkah hidup jika tidak berbakti pada orang tua. Jika kita ada beda pendapat sama orang tua, sampaikanlah dengan tenang dan lemah lembut. Hargai pendapat mereka meskipun berbeda pandangan dengan kita. Meskipun, katakanlah mertua kita judes, jutek tek terektektek, tetap kita harus baik pada mereka. Kalau sudah bekerja, sisihkan uang untuk diberikan kepada orang tua, meskipun cuma 50 ribu atau 100 ribu. Insya Allah lebih berkah daripada kita beliin baju mahal di mall. Jika belum mampu kasih uang ke orang tua, setidaknya kita bisa menuruti apa kehendak orang tua selama itu tidak bertentangan dengan agama Islam. Orang tua capek, ya pijitin. Orang tua pulang dari kantor, bawain tas nya, siapin minuman & makanan. Orang tua bilang gak boleh dugem, ya turutin. Kadang yang repot bagi anak muda jaman sekarang jika orang tua beda pendapat tentang pasangan hidup yang dipilih oleh anak. Maka dari itu, jangan pernah kita cerita yang jelek-jelek tentang calon kita sama orang tua. Boleh kita perjuangkan calon pasangan kita, tapi perjuangkan dengan cara yang baik, menjelaskannya lemah lembut dan tenang. Tak boleh sampai bikin pertengkaran hebat, tak boleh sampai bikin orang tua meneteskan air mata. Orang tua kita pasti punya alasan kuat mengapa kita tidak boleh dengan si calon pasangan hidup kita ini. Karena orang tua tau yang terbaik untuk anaknya, dan lebih berpengalaman dari kita. Jika orang tua keukeuh tidak merestui, ya jangan dilanjutkan. Jangan pernah berpikir ”ah nanti juga kalau saya punya anak,  orang tua akan luluh hatinya”. Tidak boleh. Karena begitu orang tua kita sakit hati dan mengadukan nasibnya kepada Allah, maka cepat sekali pembalasannya di dunia. Orang yang dizholimi lebih cepat terkabul doanya, apapun agama yang dianutnya. Orang tua yang beragama apapun, yang dizholimi anaknya, maka Allah akan cepat mengabulkan doa orang tua tersebut pada anaknya. Takkan berkah hidup anak yang durhaka pada orang tua.

(1/2)

Facebook: Social Networking or Social Engineering Tools?

Posted in Uncategorized on April 25, 2009 by tomandtyke

Have you ever feel sort of breath if you don’t update your status on Facebook?

Like this example below:

Saturday 25 April 2009 7:00 am “Huan Ying  is just awake. Looking for sumthing to eat”

Saturday 25 April 2009 7:50 am “Huan Ying  is starving. OMG no food has been prepared yet.  Sumiyeem…!!!! Where’s my food?”

Saturday 25 April 2009 8:90 am “Huan Ying is full now.. Going to watch E! Channel. What’s the hot gossip on?”

Saturday 25 April 2009 10:00 am “Huan Ying is feeling great!! My friends Timbo, Nikky, and Ling ling r gonna come here =)”

Can you imagine that? People are just putting their life on Facebook. There’s a huge dependency on Facebook nowadays. At first, it feels like a celebrity, but then…. are you ready for bad news?

If you’re a girl and you do the same thing like Huan Ying did, then you should be aware. People (stalker, fans, ex, your ex’s new partner, ex’s new partner’s friend, criminal, etc) who have bad intention towards you, can get you easily via Facebook. 

Another thing is, newbie hacker can use your information on Facebook to get your password to your e-mail or other important access account easily through password-guessing attempt. You might gonna say “I’m sure my friends listed on Facebook won’t do that. They love me”. Yeah, sure. No matter how much they love you, but when the passion of getting your password is dominant, they can get your password easily.

Type of Fraud (Fraud Tree)

Posted in Audit with tags , , , , on April 19, 2009 by tomandtyke

Before you want to know how-to-detect fraud, you have to start questioning yourself : what type of fraud you want to detect? Because there are numerous type of fraud. Bologna classifies fraud into three categories: corruption, asset misappropriation, and financial statement fraud. So what’s the most crucial in you?

Corruption types of fraud includes corruption, bribery, and getting commission/bonus into personal account from vendor resulted from purchasing activity.
For government corruption investigator like KPK in Indonesia, the most important thing for them is to detect the corruption fraud. Off course, not every corruption frauds in government bodies are detected and investigated by them (KPK), but only the material amount that will be detected (above 1 billion rupiahs/$100,000 USD according to Mr. Najib Wahito, government corruption investigator).

Asset misappropriation is usually done by small-theft. The amount usually immaterial. Most of time external auditors ignore this because of the materiality consideration. But auditors must look at it in aggregate amount. Sales person employee who steals money let’s say $20 per day (occurs on daily basis) could be material for a company with sales $2000/year. Usually this type of fraud caught by tipping, less are  caught by internal auditor.

Financial statement fraud is usually done by CFO, CEO, or C-level employees. They try to cook the book for various reasons: getting bonus for great financial performance, or avoiding tax in illegal way. This type of fraud is systematic, because each transaction journal entry is linked with other journal entry. One hole in transaction can cause another hole in other transaction that may attract auditor’s attention. Since it is high-level type of fraud, sometimes internal auditor themselves are not allowed to get access to examine it. The misstatement that resulted from financial statement fraud is usually big.

According to SAS 99, external auditor is responsible to plan and conduct audit to obtain reasonable assurance that the financial statement is free from material misstatement that caused by error or fraud. So, auditor has responsibility to detect fraud that may cause material misstatement. So if it’s not material, external auditor sometimes just ignore it.
But for the company, fraud, even though it is immaterial, it may cause loss to the company may degrade company’s reputation in the eyes of vendors, other third party, and its own employees.

The tone of the top is the most important thing to reduce fraud. Internal auditor cannot fight fraud alone if the the top level management focuses on sales operation and ignore internal control. Management, the C-level people, must build effective good corporate governance and internal control. And it requires hard work to wake them up, alert them of the importance of internal control.

Not All You Read is Right

Posted in Uncategorized with tags , on April 19, 2009 by tomandtyke

Sometimes people buy the book by its author. If the author is well-experienced enough or fully-certified, then we might wanna buy the book. However, not everything that she/he writes are 100% correct. We must not accept whatever it is written on the book. We may criticize it, because that’s gonna be the start of new theory development, new knowledge that other people might not discover but you might have had.

SPAP yang berenang2x..

Posted in Audit with tags on November 1, 2008 by tomandtyke

Can’t find the right topic for this post. Can’t find the right words. 1 minggu yang lalu sebelum pergi ke surabaya SPAP terus berenang-renang di kepala. Terutama SA 316 dan 317. Lalu perlahan terkikis dengan sibuknya pekerjaan. Kemarin baru saja dapat kuliah auditing lagi di PPAK. Kali ini membahas topik SA 318: Pemahaman Atas Bisnis Klien. Kesannya sepele dan mudah. Tapi ternyata perlu analytical thinking yang kuat. Dibutuhkan logika yang bagus, analisa yg dalam dan pikiran yg jernih. Dalam memahami bisnis klien gak cukup cuman baca koran, lihat laporan audit tahun lalu, baca laporan auditor pendahulu, atau browsing company profile through the company website. Tapi lebih dari itu. Hal yang paling penting dalam pemahaman bisnis klien adalah penggunaan informasi tentang klien untuk penentuan resiko. Dari penentuan resiko ini kita bisa ambil keputusan apakah kita akan terima klien tersebut atau tidak, teruskan engagement, scope audit, dan planning audit. Pemahaman bisnis klien juga membantu kita untuk memutuskan apakah kita memerlukan jasa profesional atau tidak.

Misalnya dalam menilai employee benefit perusahaan klien, auditor memerlukan jasa ahli aktuaris dalam hal ini. Tapi tentu saja auditor tidak boleh rely 100% dalam hasil perhitungan employee benefit atau PSAK 24 dari aktuaris, bahkan menyalahkan aktuaris begitu saja jika terjadi kesalahan perhitungan.

Atau kalau lagi mau audit industri telekomunikasi. Jika diperlukan external auditor bisa meminta bantuan team IT auditor, terutama dalam revenue recognition. Karena dalam jualan pulsa itu barangnya tidak berwujud (intangible) dan sangat rely on technology.

Kalau begitu kapan sebaiknya kita sebagai auditor melakukan pemahaman atas bisnis klien? Sebaiknya sebelum engagement, selama engagement dan sesudah engagement. Jadi, selama kita masih berhubungan dengan klien, kita wajib melakukan pemahaman atas bisnis klien.

SPAP 316: Kecurangan

Posted in Audit with tags , , , , , , on October 11, 2008 by tomandtyke

Di dalam SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik) 316, kecurangan dikarakteristikan sebagai suatu tindakan yang disengaja yang berakibat pada salah saji laporan keuangan. Akan tetapi sulit sekali di SPAP ini juga mengakui bahwa sulit sekali memberikan batasan atau judgement atas unsur kesengajaan tersebut. Terkadang dokumen yang hilang bisa saja benar-benar hilang, bukan karena sengaja dihilangkan. Kadang salah saji pada laporan keuangan memang benar-benar disebabkan karena kekeliruan. Bukan kesengajaan. Lalu bagaimanakah sebenarnya kita mendefinisikan atau membuktikan secara nyata bahwa suatu salah saji terdapat unsur kesengajaan di dalamnya?

Menurut pendapat saya, diperlukan audit planning yang cermat, jam terbang yang memadai, skill yang tinggi, serta professional judgement yang baik untuk menentukan apakah salah saji tersebut merupakan salah saji yang sengaja.

Salah satu teknik audit untuk mengetahui adanya unsur kesengajaan di dalam salah saji yang kita temui adalah melalui interview. Tentunya interview ini haruslah didukung oleh bukti-bukti dokumentasi yang memadai, serta analythical thinking. 

Teknik interview ini bisa didapatkan melalui pelatihan dan jam terbang yang cukup. Ada satu buku bagus mengenai Fraud Auditing, yang memuat teknik interview. Saya baru baca buku itu sebagian. Mungkin nanti kalau sudah saya habiskan bacanya, saya bagi-bagi di sini.